17 Agustus 2008

Menjelang Upacara 17 Agustus 2008

Pagi itu hari Minggu tak seperti biasanya hari libur yang selalu saya lalui dengan sarapan pagi nasi gurih dan lauk ayam atau dendeng di waroeng favorit ulee kareng tetapi karena hari ini adalah hari istimewa bagi Bangsa Indonesia, maka pagi pagi saya sudah harus berangkat ke Kantor untuk berkumpul bersama dan melaksanakan Upacara 17 Agustus 2008 di lapangan Blang Padang yang dihadiri oleh seluruh instansi Pemerintahan, Sekolah, Kepolisan dan ABRI di Banda Aceh.

Sambil menunggu persiapan Upacara pandangan saya tertuju pada rombongan pasukan ABRI yang sedang berbaris dan cek posisi anggotanya seperti foto diatas ini. Kalau melihat situasi tersebut saya sangat senang sekali karena pasukan tersebut dapat berbaris dengan rapi dan serempak sehingga enak dipandang mata dan menimbulkan irama yang serasi.

Ternyata kalau saya perhatikan bahwa mereka dapat melakukan hal tersebut karena ada komandan yang memimpin dan pasukannya dengan sadar melaksanakan perintah tentunya tidak kalah penting adalah seringnya latihan. Dari sini saya dapat mengambil suatu pelajaran bahwa untuk dapat berjalan dengan baik suatu organisasi harus ada kerelaan dan kesiapan menjadi pemimpin dan yang dipimpin untuk mencapai suatu tujuan bersama. Bagaimana dengan negara kita ?

19 komentar:

hanggadamai mengatakan...

merdeka!!!

gus mengatakan...

org aceh sudah merdeka belum ya. jawa belum tuh Cak...

Mike.... mengatakan...

kalo di pemerintaha,sepertinya smua mo jadi pemimpin..he..he..

wiek mengatakan...

pertanyaan yang mudah :D
Tapi susah dijawabnya...susah mencari orang yang "rela"

trendy mengatakan...

profesional banget yah!
wekekeke!
Merdekaa!

Lyla mengatakan...

Merdeka mas... semoga Aceh tetep aman... btw Hari Raya Galungan tgl 20 Agustus mas...

meme story mengatakan...

bener juga, klo ngga ada pemimpin suka ngaco.. tapi trend terbaru.. pemimpin jauh lebih ngaco lagi.. trus gimana dong..

meme story mengatakan...

ya kalo ngga ada pemimpin emang bawahan pada suka ngaco, tapi.. trend terbaru pimpinan sekarang jauh lebih ngaco... jadi gimana dong..

sand mengatakan...

wah ya mestinya teori pnjenengan itu yang bener pak. tapi ya memang agak-agak susah.. ewuh gitu lah. kalo 17an gitu saya sih mikir penjual bendera keliling itu gimana nasibnya ya setelah ini ? mana pernah pas saya beli bendera itu penjualnya pake sesak napas trus masih jalan jauh, weh kasian pokoknya.
btw. pnjenengan itu org aceh ning kok ngerti "mutung" ? semoga aman saja ya pak disana. terimakasih dah mampir blogku.

Multama Nazri mengatakan...

sepakat!
di muka bumi ini selalu ada pemimpin dan yang dipimpin.
masalah pemimpin bagus atau tidak itu no sekian. tapi menurut saya bila pemimpin ga bagus, yang milih pemimpin itu juga ga bagus...
kejahatan terorganisir bisa mengalahkan kebenaran yang amburadulkan mas?

Jenny Oetomo mengatakan...

Sepakat bung Nazri bahwa organisasi yang profesional akan menjadi pioner, yang cepat mengalahkan yang lambat bukan yang besar mengalahkan yang kecil, Salam

perempuan mengatakan...

kalo di indonesia jaman sekarang , pemimpin dan penguasa ga ada bedanya, jelasnya harga-harga di dlm negri makin naek :D huekikikik...

timur matahari mengatakan...

refleksi yang bagus mas
gak nyangka ya dari sekumpulan manusia yang baris berbaris saja dapat kita temukan satu solusi untuk bangsa ini

timur matahari mengatakan...

refleksi yang bagus mas
gak nyangka ya dari sekumpulan manusia yang baris berbaris saja dapat kita temukan satu solusi untuk bangsa ini

Duniafien mengatakan...

kalo ditempatku bang, pemimpin maunya diturutin semua-muanya,dan anggota selalu dituntut sadar diri,tapi giliran anggota dpt masalah,pemimpinnya pada lari menyelamatkan diri masing2 tanpa peduli dg anggota..terakhir ya anggota jg yg kena sengsaranya..hhh..palagi londoisme masih kental disini..anggota muda susah berkembang !salam kenal bang

Duniafien mengatakan...

kalo ditempatku bang, masih kental londoisme-nya,masih ada tuh senior-junior,alhasil banyak terjadi gape yg bikin gak nyaman dlm bekerja..

Duniafien mengatakan...

kalo ditempatku bang, masih kental londoisme-nya,senior-junior masih lazim disini.alhasil,banyak terjadi gape yg bikin gak nyaman dlm kerja

wendra wijaya mengatakan...

Di Indonesia kayaknya belum ada (bukan tidak ada!) sikap seperti itu.. memang semuanya harus dilandasi keiklasan..

goresan pena mengatakan...

kalo' di militer, instruksi selalu jelas, beda dengan pemerintahan yang sarat kompromi...
alih-alih demokrasi dan musyawarah mufakat... delalah yang terjadi adalah penyelewengan kepentingan...
dari media alternatif inilah, kita bangun negara kita bung...!


Berkumpul dengan Keluarga