19 Februari 2010

Xung Ci Yok

Tahun Baru Imlek, Tahun baru bagi Saudara kita etnis Tionghoa biasanya memberikan kesan yang mendalam. Menjelang seminggu sebelum hari H biasanya di suasana sudah mulai terasa di pasar Swalayan karena hampir semua swalayan didekorasi dengan warna merah menyala, jualan kue keranjang dimana mana dan yang paling enak adalah segala macam buah buahan bertabur terutama jeruk dengan harga yang agak murah dibanding hari hari biasa. Pada tahun 2010 ini hari Imlek jatuh pada tanggal 14 Pebruari, dan suasana bertambah semarak karena selalu adanya tontonan Naga barongsai yang meliuk liuk meloncat dengan lincah dengan diiringi musik yang membahana.
Pada Tahun baru Imlek ini biasanya hujan turun dengan deras dan hampir setiap hari dan hampir setiap tempat, konon dengan semakin besar curah hujan, semakin besar pula berkah yang didapat di tahun ini, namun bagi Saudara saudara kita yang daerahnya rawan banjir dan tanah longsor membuat hati menjadi was was karena kejadian luar biasa banjir sudah menghantui didepan mata, akibatnya dilakukan gerakan bersama Xung Ci Yok (Ngungsi Yok)
Fenomena ini berlangsung dari tahun ketahun dan belum terantisipasi dengan baik tentunya hal tersebut perlu pembenahan secara komprehensif dan menjadi tanggung jawab antara Pemmerintah dan Masayrakat dan Semoga gerakan bersama Xung Ci Yok semakin lama semakin hilang.

22 Januari 2010

Jalan Jalan Pagi

Jum'at di pagi hari ini rekan rekan sekantor berjanji untuk jalan pagi bersama sama, dan kali ini obyek yang akan dijajal adalah di daerah Punclut Bandung. Memang jalan di pagi hari di daerah pegunungan dengan udara yang masih bersih terasa dapat bernafas dengan lega ga ga ga (bukan iklan obat asma), maklum udara khan masih dingin,bersih dan juga obyek pemandangannya lumayan bagus.


Untuk mendapatkan kenikmatan tersebut tentunya tidak didapat dengan cuma cuma tetapi harus melalui tantangan, dan tantangannya kita semua harus jalan kaki menanjak sepanjang perjalanan , hal ini yang membuat keringat merembes keluar melalui pori pori dengan hangatnya, napas "senin kamis" (ngos ngossan) dan lidah melet melet he he he, tapi asyik juga nih.
Dengan perjuangan yang yang terus menerus dan jalan tiada henti sampailah kita di titik tujuan, Dan Saya yakin, Kalian semua ingin tahu tujuannya ini dia he he he ==>(Top Markotop)

11 November 2009

"Fatamorgana"

Apabila suatu ketika kita disuatu tempat yang sangat luas dan panas terik yang menyengat kita melihat sesuatu yang menyerupai air yang sangat menyejukan sehingga kita bergegas ingin segera menuju tempat tersebut, padahal itu hanya Fatamorgana yaitu pantulan dari langit yang dipantulkan melalui udara panas. Kalau melihat peristiwa ini memang walaupun kita melihat peristiwa tersebut dengan mata kita sendiri sebagai saksi kadang kala kita juga tertipu, lalu dengan instrumen apa supaya kita dapat melihat dengan jelas tanpa ada dusta ?

Orang bijak mengatakan bahwa untuk melihat suatu peristiwa dan memutuskan suatu perkara sebaiknya dengan hati nurani, lalu bagaimana untuk cara menggunakan hati nurani itu ? Apakah hati nurani kita sudah pada bersih ? Semoga, dan itu harapan kita semua agar permasalahan yang kusut di Negeri kita cepat selsesai.

14 Oktober 2009

Secangkir Teh Hangat

Pagi hari menjelang berangkat kerja yang selalu kuingat selalu tersedia secangkir teh hangat buatan istri yang tersayang, dengan udara pagi yang masih menusuk tulang terasa hangatnya air teh yang masuk tenggorokan seolah menjalar ke seluruh anggota badan dan keluar asap melalui pori pori,wah sedap nian rasanya apalagi biasanya dengan setangkup roti tawar.
Dan kini setelah saya tinggal sendiri di Bandung (Kost) hal itu tidak aku temui lagi terasa kangen rasanya ? dan dari hal sekecil itu ternyata saya tambah yakin bahwa memang hidup saling bahu membahu dan saling melengkapi didalam keluarga sangatlah indah, dan semoga tidak lama lagi aku berkumpul lagi dengan keluarga.

30 September 2009

Lebaran di Palembang

Menjelang puasa berakhir akhirnya saya dapat juga tiket ke Palembang tepatnya sore hari tanggal 19 September 2009, dan dengan bergegas aku pergi ke Bandara menyusul keluarga yang sudah seminggu lebih dahulu pulang ke Palembang.
Yang menjadi agak heran adalah waktu dulu saya tinggal di Palembang lebih dari 10 tahun kagak pernah keliling maupun foto foto lokasi di Palembang namun pada lebaran tahun ini saya senang berkunjung di lokasi :
1. Masjid Agung Palembang
2. Benteng Kuto Besak
3. Jembatan Ampera
4. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
5. Masjid Ki Merogan

Mungkin kangen kali ya, tapi disamping kangen lokasinya saya juga kangen sama makanannya, mulai Pempek, Pindang ikan, Pndang Tulang, Brengkesan tempoyak dll.
Berkiut hasil jepretan waktu ke Lokasi tersebut :




22 Juni 2009

Kejadian yang mengggelikan

Kemarin sore sewaktu pulang kerja dan melihat angkot "ngetem" (menunggu sejenak mencari penumpang), saya langsung ingat kejadian beberapa tahun yang lalu yang kejadiannya sanggat menggelikan. Kejadian persisnya adalah pada saat itu saya mendapat tugas Kerja Praktek di salah satu Perusahaan besar di Desa Bambe Gresik, dan untuk menempuh perjalannan itu akhirnya kuputuskan untuk mencari kost di lokasi tersebut dan setiap 2 minggu pulang ke Surabaya.
Waktu itu aku masih ingat benar bahwa aku naik angkutan dari Surabaya menuju ke lokasi Desa Bambe namun karena tidak ada angkutan yang langsung menuju lokasi, dan harus pindah angkot makanya saya turun di lokasi tempat mangkal angkot tsb. dan menuju angkot yang menuju jurusan yang aku tujuh yang kebetulan lagi ngetem. Suasana siang itu memang sangat panas sehingga saya terburu buru masuk angkot dan kebetulan angkot sudah hampir penuh. Dan setelah kurang lebih 10 menit saya di dalam angkot tsb tiba tiba para penumpang berteriak dan mengedor gedor angkot agar segera berangkat sambil mata melotot menuju ke arah saya, kontan saja saya jadi terkejut setelah bebberapa lama saya baru berfikir dengan melihat sekeliling ternyata didepan saya ada setir mobil alias saya salah duduk di kursi sopir, malu deh

Berkumpul dengan Keluarga